Rabu, 20 Maret 2013

Survey Fasilitas dan Suasana Stasiun Gubenglama sebagai Objek rancangan

lanjutan dari posting sebelumnya :)
berikut adalah Sudut pandang terhadap Fasilitas dan kenyaman dari sudut Desain Interior di Stasiun Gubeng Surabaya

Kesan pertama terhadap bangunan stasiun gubeng lama tentunya bagi saya adalah "kolonial". bangunan yang dibuat pada tahun 1878 tersebut masih mempertahankan bentukan-bentukan arsitektur aslinya seperti ornamen-ornamen juga kusennya.
 Namum saat masuk ke area dalam stasiun,calon penumpang khususnya yang baru pertama kali ke stasiun ini pasti akan mengalami kebingunan,karena untuk masuk menuju area loket dan area tunggu berbeda pintu.nah pertama kali saya distasiun gubeng lama juga sempat kebingungan,karena saya langsung kepintu masuk area tunggu dan tepat disebelah pintu ada meja petugas pemeriksaan tiket (dengan sikap yang tidak ramah),pikir saya padahal didepan stasiun terdapat petunjuk dengan tulisan "MASUK". ternyata itu adalah pintu masuk ke area tunggu khusus calon penumpang yang sudah bertiket sedangkan pintu masuk area loket ada disebelahnya lagi.

pintu masuk area tunggu  (khusus penumpang bertiket)

Pintu masuk Area Loket,letaknya sebelah pintu masuk area tunggu


Di area loket.ruangan yang tersedia cukup luas dilengkapi dengan LCD tv sebagai media informasi,meja sebagai fasilitas pemesanan tiket serta kursi tunggu. area  loket dan area tunggu berada dalam satu ruangan tetapi dibatasi oleh tali pembatas.


 
Suasana Area Loket

Untuk menuju area tunggu,calon penumpang keluar dan masuk kembali ke pintu masuk area tunggu. Pintu masuk area tunggu sangat sempit karena pintu hanya dibuka separuh. Area tunggu sendiri luasan ruangnya cukup sempit dibanding dengan jumlah calon penumpang yang bisa mencapai ribuan,akibatnya banyak juga penumpang yang terlantar diluar stasiun.

Penumpang yang terlantar diluar stasiun
 

Di area tunggu,hanya terdapat fasilitas duduk dan toilet sedangkan fasilitas yang tidak kalah penting misalnya kafetaria dan mushola tidak tersedia. dalam area tunggu terasa sangat sesak karena ruang yang sempit dan banyaknya calon penumpang,penghawaan menggunakan penghawaan alamai dan kipas angin dirasa kurang efektif,sedangkan sebagai media hiburan terdapat tv lcd.


 Suasana Area Tunggu


bagi penumpang yang kereta api tujuannya sudah tiba distasiun,baru bisa menuju ke area boarding/peron.area ini merupakan area akses terbatas.

   
Area Boarding / Peron

dari pengamatan tersebut,saya dapatkan beberapa kesimpulan yang nantinya bisa saya gunakan untuk konsep matakuliah desain interior 4 saya.
salah satunya adalah menyediakan kafetaria sebagai fasilitas untuk calon penumpang,dan meperbesar luasan area tunggu agar tidak terjadi penumpukan calon kereta api diluar stasiun. hal ini tentunya untuk memberikan kenyamanan calon penumpang juga untuk memberikan estetika sebagai pelestarian bangunan cagar budaya.






Sumber Foto : Dokumen Pribadi














si "Kolonial" di Stasiun Gubeng lama Surabaya yang mulai pudar

        Setiap harinya saya menggunakan  alat tranportasi umum kereta api  untuk berangkat kuliah di Surabaya dan untuk pulang kerumah di mojokerto.ketertarikan terhadap alat transportasi ini karena harga tiket yang murah (Rp.2.000) dan cepat. Saya selalu berangkat dan tiba di Stasiun gubeng lama karena stasiun ini yang paling dekat dengan kampus (walau masih berjarak 5km lagi). Hal ini membuat saya tertarik untuk menulis tentang Stasiun Gubeng lama bahkan menjadikan sebagai objek rancangan pada matakuliah Desain Interior 4 saya.
.
Tampak Depan Stasiun Gubeng Lama Surabaya
 
      Stasiun Gubeng lama Surabaya adalah stasiun keberangkatan kereta api utama khususnnya untuk kereta api ini yang melintasi jalur selatan. Sekarang stasiun ini dikhususkan untuk kereta api kelas ekonomi,sedangkan kereta api kelas eksekutif berhenti di stasiun gubeng baru yang letaknya diseberang stasiun gubeng lama.
stasiun gubeng lama terletak di jalan gubeng pojok, Surabaya Pusat. Sejak tahun 1996 Bangunan stasiun Lama menjadi cagar budaya berdasarkan SK Walikota Surabaya No. 189.45/402.1.04/1996.
stasiun yang dibangun oleh belanda ini menggunakan gaya arsitektur kolonial. Gaya arsitektur kolonial sangat terasa pada bagian depan stasiun dan bentukan-bentukan pintu serta tralisnya.

Pintu masuk Stasiun Gubeng lama yang bergaya kolonial

Teralis pintu bermotif bunga yang terbuat dari besi memberikan kekhasan gaya klasik kolonial

tetapi,saat awal kita masuk kedalam area loket stasiun gubeng,kesan kolonial tersebut perlahan mulai pudar karena Interior yang sudah pernah direnovasi ini tidak begitu mengadopsi gaya kolonial

Area Pengantrian Loket


Area Tunggu Penumpang

mulai dari area loket,di area ini kesan-kesan kolonial hanya ditunjukan dari model dan ukiran yang ada pada daun pintu juga jendela,semua perabot yang digunakan pun tidak mengadopsi gaya-gaya kolonial. Untuk area tunggu semua perabot yang digunakan lebih berkesan modern,seperti kursi yang terbuat dari stainlessteel dan juga lantai yang telah direnovasi tetapi bahan dan karakter material yang sangat jauh berbeda dari lantai sebelumnya. Padahal sebagai bangunan cagar budaya,tentunya terdapat aturan-aturan khusus dalam merenovasi bangunan cagar budaya, salah satunya adalah proses renovasi adalah bentuk pelestarian yang mengubah dan melakukan penggantian material yang rusak tetapi dengan material yang seperti aslinya atau mendekati aslinya (karakter dan warna).
tentunya sebagai cagar budaya,alangkah lebih baik interior stasiun gubeng lama juga mengadopsi dari bentuk arsitekturnya tetapi tetap memenuhi kebutuhan dan fasilitas yang mengikuti zamannya.
demikian sekilas tentang arsitektur dan interior stasiun gubeng lama surabaya.


Sumber Foto : Dokumen Pribadi



Sabtu, 02 Maret 2013

SALAH SIAPA? perilaku atau keadaan?


SALAH SIAPA??? Perilaku atau keadaan?

        Rambu-rambu,ialah suatu tanda, petunjuk,arahan,atau larangan. yang biasa kita jumpai adalah rambu-rambu lalulintas, berupa tanda papan atau tulisan. Ada bermacam rambu-rambu lalu lintas. Untuk kali ini saya membahas tentang tanda :



       Gambar diatas adalah sebuah rambu yang berisikan larangan parkir, rambu ini menunjukan bahwa area sekitar rambu-rambu tersebut adalah area terlarang untuk memarkirkan kendaraanya. TAPI………..

 Apa pernah lihat yang seperti ini???

ENG.....
   ING....
        ENG.....




Atau yang ini? 



Atau juga yang seperti ini??

Gambar-gambar tersebut diambil di beberapa PTN terkemuka. Ironi bukan? Kampus yang notabenya tempat mahasiswa yang  intelek tetapi  banyak pelanggaran yang dinilai “kecil” namun sangat berdampak besar pada Estetika kampus,serta memberikan citra negatif terhadap mahasiswa-mahasiswa di kampus tersebut.
                Namun,kita tidak bisa hanya dari satu sisi saja untuk memberi penilaian. Setelah diadakan survey kecil,maka didapati jawaban yang beragam,yaitu kebanyakan mahasiswa yang tidak disipilin tersebut mengatakan tempat parkir yang tersedia sangat berantakan, ribet, sudah penuh kapasitasnya dan letaknya cukup jauh dari tempat tujuan. Jadi mereka terpaksa memarkirkan kendaraanya ditempat yang paling dekat dengan tujuan mereka walaupun melakukan pelanggaran seperti itu. 


SEMRAWUT :


Kondisi area parkir kampus yang semrawut
 
Menurut sumber yang bekerja sebagai petugas parkir kampus, antara pukul 09.00-13.00 parkiran selalu penuh sehingga petugas terpaksa menutup pintu masuk. Bagaimana dengan mahasiswa yang hendak memarkirkan motornya saat parkiran sedang penuh?ya benar, terpaksa mereka memarkirkan motornya diarea terdekat dengan tujuannya walaupun terdapat tanda larangan parkir sekalipun.

 
TUTUP : Area parkir yang penuh terpaksa ditutup sementara


Tentunya masalah-masalah ini perlu ditanggapi serius oleh pihak-pihak kampus agar nantinya tidak terjadi hal-hal seperti tersebut, ada beberapa hal yang bisa dijadikan solusi untuk masalah ini.
Hal-hal yang bisa dijadikan solusi :
1.       Memperluas area parkir sehingga daya tampung lebih besar.
2.       Menjaga kebersihan area parkir agar berkesan lapang dan asri
3.       Memberikan arahan-arahan posisi parkir yang benar, cukup dengan garis-garis dilantai. Diharapkan agar posisi parkir lebih efektif yang nantinya bisa menampung lebih banyak lagi kendaraan.
4.       Meredesain area parkir dengan memberi kanopi dan menambah estetika area parkir diharapkan menarik minat untuk memarkirkan kendaraannya.
 



RAPI : Kondisi Area parkir kampus yang rapi dan bersih menjadi menarik


Dengan desain tata letak yang efektif juga desain yang menarik,diharapkan dapat menarik minat serta menjadikan tempat parkir yang indah.
Semoga dengan gagasan yang saya tulis tentang area parkir dikampus ini dapat memberikan perubahan yang lebih baik.


Sumber Foto : dokumen pribadi.