Setiap harinya saya menggunakan alat tranportasi umum kereta api untuk berangkat kuliah di Surabaya dan untuk
pulang kerumah di mojokerto.ketertarikan terhadap alat transportasi ini karena harga tiket yang murah (Rp.2.000) dan cepat. Saya selalu berangkat dan tiba di Stasiun
gubeng lama karena stasiun ini yang paling dekat dengan kampus (walau
masih berjarak 5km lagi). Hal ini membuat saya tertarik untuk menulis tentang
Stasiun Gubeng lama bahkan menjadikan sebagai objek rancangan pada matakuliah
Desain Interior 4 saya.
.
Tampak Depan Stasiun Gubeng Lama Surabaya
stasiun gubeng lama terletak di jalan gubeng pojok, Surabaya Pusat. Sejak tahun 1996 Bangunan stasiun Lama menjadi cagar budaya berdasarkan SK Walikota Surabaya No. 189.45/402.1.04/1996.
stasiun yang dibangun oleh belanda ini menggunakan gaya arsitektur kolonial. Gaya arsitektur kolonial sangat terasa pada bagian depan stasiun dan bentukan-bentukan pintu serta tralisnya.
Pintu masuk Stasiun Gubeng lama yang bergaya kolonial
Teralis pintu bermotif bunga yang terbuat dari besi memberikan kekhasan gaya klasik kolonial
tetapi,saat awal kita masuk kedalam area loket stasiun gubeng,kesan kolonial tersebut perlahan mulai pudar karena Interior yang sudah pernah direnovasi ini tidak begitu mengadopsi gaya kolonial
Area Pengantrian Loket
Area Tunggu Penumpang
mulai dari area loket,di area ini kesan-kesan kolonial hanya ditunjukan dari model dan ukiran yang ada pada daun pintu juga jendela,semua perabot yang digunakan pun tidak mengadopsi gaya-gaya kolonial. Untuk area tunggu semua perabot yang digunakan lebih berkesan modern,seperti kursi yang terbuat dari stainlessteel dan juga lantai yang telah direnovasi tetapi bahan dan karakter material yang sangat jauh berbeda dari lantai sebelumnya. Padahal sebagai bangunan cagar budaya,tentunya terdapat aturan-aturan khusus dalam merenovasi bangunan cagar budaya, salah satunya adalah proses renovasi adalah bentuk pelestarian yang mengubah dan melakukan penggantian material yang rusak tetapi dengan material yang seperti aslinya atau mendekati aslinya (karakter dan warna).
tentunya sebagai cagar budaya,alangkah lebih baik interior stasiun gubeng lama juga mengadopsi dari bentuk arsitekturnya tetapi tetap memenuhi kebutuhan dan fasilitas yang mengikuti zamannya.
demikian sekilas tentang arsitektur dan interior stasiun gubeng lama surabaya.
Sumber Foto : Dokumen Pribadi
Sumber Referensi :www.indonesianheritagerailway.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar