Rabu, 20 Maret 2013

si "Kolonial" di Stasiun Gubeng lama Surabaya yang mulai pudar

        Setiap harinya saya menggunakan  alat tranportasi umum kereta api  untuk berangkat kuliah di Surabaya dan untuk pulang kerumah di mojokerto.ketertarikan terhadap alat transportasi ini karena harga tiket yang murah (Rp.2.000) dan cepat. Saya selalu berangkat dan tiba di Stasiun gubeng lama karena stasiun ini yang paling dekat dengan kampus (walau masih berjarak 5km lagi). Hal ini membuat saya tertarik untuk menulis tentang Stasiun Gubeng lama bahkan menjadikan sebagai objek rancangan pada matakuliah Desain Interior 4 saya.
.
Tampak Depan Stasiun Gubeng Lama Surabaya
 
      Stasiun Gubeng lama Surabaya adalah stasiun keberangkatan kereta api utama khususnnya untuk kereta api ini yang melintasi jalur selatan. Sekarang stasiun ini dikhususkan untuk kereta api kelas ekonomi,sedangkan kereta api kelas eksekutif berhenti di stasiun gubeng baru yang letaknya diseberang stasiun gubeng lama.
stasiun gubeng lama terletak di jalan gubeng pojok, Surabaya Pusat. Sejak tahun 1996 Bangunan stasiun Lama menjadi cagar budaya berdasarkan SK Walikota Surabaya No. 189.45/402.1.04/1996.
stasiun yang dibangun oleh belanda ini menggunakan gaya arsitektur kolonial. Gaya arsitektur kolonial sangat terasa pada bagian depan stasiun dan bentukan-bentukan pintu serta tralisnya.

Pintu masuk Stasiun Gubeng lama yang bergaya kolonial

Teralis pintu bermotif bunga yang terbuat dari besi memberikan kekhasan gaya klasik kolonial

tetapi,saat awal kita masuk kedalam area loket stasiun gubeng,kesan kolonial tersebut perlahan mulai pudar karena Interior yang sudah pernah direnovasi ini tidak begitu mengadopsi gaya kolonial

Area Pengantrian Loket


Area Tunggu Penumpang

mulai dari area loket,di area ini kesan-kesan kolonial hanya ditunjukan dari model dan ukiran yang ada pada daun pintu juga jendela,semua perabot yang digunakan pun tidak mengadopsi gaya-gaya kolonial. Untuk area tunggu semua perabot yang digunakan lebih berkesan modern,seperti kursi yang terbuat dari stainlessteel dan juga lantai yang telah direnovasi tetapi bahan dan karakter material yang sangat jauh berbeda dari lantai sebelumnya. Padahal sebagai bangunan cagar budaya,tentunya terdapat aturan-aturan khusus dalam merenovasi bangunan cagar budaya, salah satunya adalah proses renovasi adalah bentuk pelestarian yang mengubah dan melakukan penggantian material yang rusak tetapi dengan material yang seperti aslinya atau mendekati aslinya (karakter dan warna).
tentunya sebagai cagar budaya,alangkah lebih baik interior stasiun gubeng lama juga mengadopsi dari bentuk arsitekturnya tetapi tetap memenuhi kebutuhan dan fasilitas yang mengikuti zamannya.
demikian sekilas tentang arsitektur dan interior stasiun gubeng lama surabaya.


Sumber Foto : Dokumen Pribadi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar